Pecinta bola tanah air pasti mengenal nama Nurdin Halid. Nurdin Halid adalah Ketua Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia dari tahun 2003 sampai sekarang. Di mata pecinta sepak bola, Nurdin Halid bisa dianggap sebagai musuh yang dapat merusak dunia sepak bola. Lihat saja tingkah polah Nurdin selama memimpin lembaga tertinggi sepak bola di Indonesia tersebut. Nurdin memimpin PSSI dari balik terali besi sejak tahun 2004. Dia juga sempat membuat beberapa keputusan-keputusan yang kontroversial. Saat Persebaya dihukum larangan bertanding di kandang selama 2 tahun hanya menjadi 3 pertandingan. Belum lagi kebijakan Nurdin yang menentang penghentian dana APBD untuk membiayai sebuah klub dari suatu daerah. Tidak hanya sekali Nurdin mendekam di balik jeruji besi. Pada tahun 2007 pria kelahiran 17 November 1958 ini kembali terjerat kasus korupsi pengadaan minyak.

Dalam statuta FIFA juga dikatakan bahwa ketua umum adalah orang yang tidak pernah terlibat dalam kasus hukum. Bahkan FIFA pernah mengirimkan ultimatum agar PSSI segera mengadakan pemilihan ketua umum yang baru. Tetapi, bukan Nurdin namanya kalau langsung memenuhi keinginan FIFA. Nurdin selalu menolak apabila didesak mundur oleh beberapa pihak yang ingin perkembangan sepak bola Indonesia tidak terhambat. Sekarang Menpora Andi Mallarangeng juga sudah membekukan kepengurusan PSSI. Ada saja alasan Nurdin Halid agar tidak turun dari jabatan ketua umum PSSI.

Sampai saat ini belum ada kepastian tentang bagaimana nasib PSSI dan nasib sepak bola Indonesia. Pecinta sepak bola Indonesia tentu mengharapkan perbaikan dari berbagai sisi di sepak bola negeri ini. Harapan agar Timnas Indonesia mengukir prestasi di kancah Internasional yang sudah lama diinginkan tentu akan terus ada. Penampilan Timnas yang menghibur saat AFF Cup 2010 tentu akan sirna apabila FIFA membekukan Indonesia dari kancah Internasional.

Jadi, bagi warga Indonesia, dukung terus sepak bola Indonesia, carilah pemimpin yang benar-benar mengerti apa arti sepak bola, bukan pemimpin yang menjadikan sepak bola sebagai tempat mengeruk uang, tempat berpolitik, atau bahkan tempat agar mudah berkelit dari sebuah kasus dan mengatasnamakan sepakbola. Sepak bola bukan ajang untuk berpolitik, sepak bola tidak pantas bagi orang yang bermuka “gedhek” yang tidak mendengar aspirasi benyak pihak. Sepak bola adalah hiburan bagi masyarakat luas dari segala kalangan, bukan hanya hiburan bagi orang yang berkantong tebal dan memikirkan isi perut sendiri………

About Shandy E.Putra

hidup itu ga usah dibikin pusing, bikin kalem aja... hidup cuma sekali jadi nikmatilah hidupmu.......

2 responses »

  1. waaaa mengatakan:

    masalahnya kita ga punya hak suara… hahagtz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s