Oleh : Shandy Eksani Putra

Hampir semua kondisi sungai di Pekalongan sangat memperihatinkan. Hampir semua sungai dicemari oleh limbah. Limbah yang berpengaruh paling besar terhasap pencemaran sungai di Pekalongan adalah limbah obat batik. Dahulu kondisi sungai di Pekalongan tidak separah sekarang dan masih bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat Pekalongan. Sekarang, masyarakat tidak dapat menggunakan air sungai untuk menjalankan aktivitas sehari – hari. Anak –anak di kota Pekalongan tidak bisa merasakan bagaimana segarnya mandi di sungai karena takut terjangkit penyakit kulit yang disebabkan oleh pencemaran. Bahkan saya dan teman – teman menyebut salah satu sungai di Pekalongan sebagai ”Telaga Warna” karena warna air di sungai tersebut berubah – ubah sesuai dengan warna batik yang dibuat beberapa pabrik batik di sekitar  sungai tersebut.

Sebagian besar masyarakat Pekalongan bermatapencaharian sebagai pengusaha batik. Usaha batik merupakan usaha turun temurun yang ada di Pekalongan sehingga Pekalongan disebut sebagai Kota Batik. Banyak pengusaha yang sudah terkenal dan produksinya di kenal di seluruh Indonesia bahkan di luar negeri. Pekerja batik sendiri rata – rata di ambil dari masyarakat sekitar yang bisa membuat batik. Sebagian besar masyarakat Pekalongan dapat membuat batik atau hanya sekedar memberi malam pada kain dengan menggunakan canting.

Sayangnya ketenaran batik Pekalongan kurang diimbangi dengan pengolahan limbah yang baik. Padahal telah ditemukan alat pengolah limbah sebelum dibuang ke sungai. Tetapi, alat tersebut kurang bisa dimanfaatkan oleh pengusaha batik. Di beberapa tempat juga telah disediakan alat pengolahan limbah oleh pemkot setempat. Tetapi alat btersebut kurang bisa dimanfaatkan karena kurangnya perawatan.

Menurut saya, pemkot lebih mensosialisasikan tentang bagaimana cara mengolah limbah yang baik dan benar. Pemkot juga merawat alat pengolah limbah yang sudah ada dan memberikan penyuluhan tentang bagaimana cara menggunakan alat pengolah limbah.

Apabila masalah limbah di sungai kota Pekalongan dapat diatasi, pemasukan kas daerah bisa meningkat melalui potensi pariwisata di sekitar sungai kota Pekalongan. Kita sebagai generasi muda harus bisa memberikan inovasi baru dalam hal pengolahan limbah sehingga kelak anak cucu kita dapat merasakan segarnya air sungai……

8 responses »

  1. yani mengatakan:

    hmmmmm milanisti jg… foza milan

  2. Angel mengatakan:

    maw tny, anda tinggal di Pekalongan?? kira-kira ada brapa banyak muara sungai yg bermuara di Pekalongan itu??

  3. shandy shevchenko mengatakan:

    yani : iya

    angel : kalau di kota ada dua

  4. Tegar Harry Setyoko mengatakan:

    Harusya pemkot mengeluarkan perda mengenai pegelolaan limbah batik dengan sanksi hukum yang jelas. Sehingga memberikan efek jera kepada pihak-pihak yang terlibat (pengusaha batik). Betapa pentingnya normalisasi sungai bagi masyarakat yang bertempat tinggal di bantaran sungai Kota Pekalongan karena merupakan salah satu sumber kehidupan mereka.

  5. shandy mengatakan:

    coba memberikan kritik dan solusi ke pemkot kang…
    atau coba nulis lewat media massa…karena yang biasanya dilihat itu justru kritik melalui media massa🙂

  6. usro mengatakan:

    ini postingan tgl berapa ya

  7. agus maretan mengatakan:

    kalau waktu aku masih di SD, mandi disungai menjadi wahana tempat bermain air yang sangat murah/gratis, tapi sekarang sungai sudah menjadi musuh kulit karena manusia yang tidak tanggung jawab. bagaimana tindakan pejabat pekalongan melihat sungai seperti sekarang. aku berharap mereka senang melihat kondisi air sungai yang sekarang terjadi.

  8. jipeng mengatakan:

    Aku arep skripsi tentang pencemaran ng kalongan wkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s